Film kemasan farmasi adalah film multilapis khusus yang dirancang untuk aplikasi farmasi, memastikan keamanan, integritas, dan umur simpan produk.
Film ini, yang sering dibuat dari bahan seperti polivinil klorida (PVC), polietilen tereftalat (PET), atau aluminium foil, digunakan dalam kemasan blister, sachet, dan kantong. Film
ini memberikan perlindungan penting terhadap kelembapan, cahaya, dan kontaminasi, serta memenuhi standar peraturan yang ketat.
Bahan umum yang digunakan meliputi PVC, PET, polipropilen (PP), dan aluminium foil untuk sifat penghalang.
Beberapa film menggabungkan kopolimer olefin siklik (COC) atau poliklorotrifluoroetilen (PCTFE) untuk meningkatkan ketahanan terhadap kelembapan.
Pemilihan bahan bergantung pada sensitivitas obat dan persyaratan pengemasan, memastikan kepatuhan terhadap standar global seperti peraturan USP dan FDA.
Film kemasan farmasi menawarkan perlindungan superior terhadap faktor lingkungan seperti kelembaban, oksigen, dan sinar UV, sehingga menjaga khasiat obat.
Film ini memungkinkan pemberian dosis yang tepat melalui kemasan blister dan menyediakan fitur anti-perusakan untuk keselamatan pasien.
Sifatnya yang ringan dan fleksibel mengurangi biaya pengiriman dan mendukung inisiatif pengemasan berkelanjutan dibandingkan dengan alternatif yang kaku.
Ya, film-film ini dirancang untuk memenuhi standar keamanan dan peraturan yang ketat. Film-film
ini menjalani pengujian ekstensif untuk memastikan tidak ada interaksi kimia dengan obat-obatan.
Film penghalang tinggi, seperti yang memiliki lapisan aluminium atau Aclar®, sangat efektif untuk obat-obatan yang sensitif terhadap kelembapan atau higroskopis, menjaga stabilitas sepanjang masa simpan produk.
Proses produksinya melibatkan teknik-teknik canggih seperti ko-ekstrusi, laminasi, atau pelapisan untuk menciptakan film multi-lapisan dengan sifat yang disesuaikan.
Manufaktur di ruang bersih memastikan produksi bebas kontaminasi, yang sangat penting untuk aplikasi farmasi.
Proses pencetakan, seperti fleksografi, digunakan untuk menambahkan petunjuk dosis atau merek dagang sambil tetap mematuhi pedoman peraturan.
Film kemasan farmasi memenuhi standar internasional, termasuk peraturan FDA, EMA, dan ISO.
Film ini diuji untuk biokompatibilitas, inertness kimia, dan kinerja penghalang.
Produsen sering kali mematuhi Praktik Manufaktur yang Baik (GMP) untuk memastikan kualitas dan keamanan yang konsisten untuk penggunaan farmasi.
Film ini banyak digunakan dalam kemasan blister untuk tablet dan kapsul, serta sachet dan kantong untuk bubuk, butiran, atau cairan.
Film ini juga digunakan dalam kemasan alat kesehatan dan produksi kantong infus (IV).
Fleksibilitasnya mendukung obat resep maupun obat bebas, memastikan keamanan dan aksesibilitas.
Tentu saja, film kemasan farmasi dapat disesuaikan untuk kebutuhan obat tertentu.
Pilihannya meliputi sifat penghalang yang disesuaikan, ketebalan, atau lapisan khusus seperti lapisan anti-kabut atau anti-statis.
Pencetakan khusus untuk branding atau instruksi pasien juga tersedia, memastikan kepatuhan terhadap persyaratan pelabelan peraturan.
Film kemasan farmasi modern menggabungkan inovasi ramah lingkungan, seperti bahan tunggal yang dapat didaur ulang atau polimer berbasis bio.
Desainnya yang ringan mengurangi penggunaan material dan emisi transportasi dibandingkan dengan kemasan kaca atau logam.
Kemajuan dalam teknologi daur ulang meningkatkan sirkularitas film-film ini, sejalan dengan tujuan keberlanjutan global.